sapa dan salam

Assalamuallaikum, Selamat bergabung di Xpassion.:D

info terupdate

Hi Xpassioners, selamat berkarya di BUKU ke 2 Xpassion, kumpulkan tulisanmu segera, rebranding your self and improve your skill
  • -Lutfi Zein-.
  • Find Your Passion
  • Now
  • No Delay,No Excuse,No But.
  • Reading Books Makes you Better.

Selasa, 31 Desember 2013

Leadership + Kredibilitas Vs Provokasi +Otot

Penulis: Prima Adi Negara


Jum’at, 10 Januari 2014 merupakan hari yang sesuatu banget bagi saya. Dimana sebuah masalah sepele berubah menjadi hal yang runyam dan ruwet dalam sebuah Team.
Team ini sendiri terdiri dari 2 wilayah, semisal (wilayah B dan S) yang dipimpin oleh seorang Leader yang sudah berpengalaman bertahun-tahun diposisinya serta dibantu oleh seorang pemimpin bagian promo yang baru berjalan 6 bulan. Kita sebut aja Mr.L sebagai inisial Leader dan Mr.P untuk pemimpin promo.
Mr.L disini lebih sering stand by di wilayah B karena memang rumah dan keluarga ada disana, sementara Mr. P stand by di wilayah S. Wilayah B terdiri dari 4 sales dan 2 merchendiser serta wilayah S terdiri dari 6 sales dan 1 orang MD. Sementara saya sendiri merupakan seorang Officer yang bertugas meng-Audit sebuah wilayah dan bertugas sekaligus stand by d wilayah S.
Peristiwa ini bermula ketika saya membantu menyampaikan aspirasi 5 orang sales selepas ngobrol santai sore tanpa kehadiran Mr.P. Hal yang kita bicarakan sebenarnya simple, tentang jadwal selling harian dari Team S, dimana mereka ingin mendapat support kendaraan branding yang adil saat melakukan selling malam hari selepas jam kerja. Saya disini mencoba bertindak sebagai Mediator, dan saya sampaikan aspirasi mereka kedalam sebuah BBG (Blackberry Grup) dengan bahasa yang singkat, tegas dan jelas. Namun sebuah reaksi yang tidak saya sangka muncul dari diri Mr.L, dengan bahasa yang; panjang lebar, berbelit dan cenderung mengandung unsur Provokasi, emosi bahkan mengkambing hitamkan profesi seseorang. Saya selaku Mediator mencoba mendinginkan situasi dengan memberikan saran untuk menyelesaikannya secara musyawarah mufakat di luar BBG dan secara tersirat meminta Mr.L untuk menghentikan kicauan nya yang semakin ngelantur. Ternyata bahasa saya tidak terlalu dipahami dan Mr.L masih terus berkicau. Dan lagi hal ini ditambai dengan statement yang panjang dan penuh emosi dari Mr.P yang merasa terpojokan posisinya. Untuk mengingatkan akan posisi dari Mr.L dan lebih baik lagi dalam hal koordinasi+komunikasi dari Mr.P dengan teamnya.
Akhirnya saya membuat sebuah pernyataan yang Tegas dan Keras agar lebih mudah dipahami  yaitu seperti ini;
“Jika Anda sebuauh team,tolong agar selalu mengutamakan komunikasi dan koordinasi. Dan jika anda seorang leader (Bagi Diri sendiri atau orang lain) tolong jaga cara berperilaku berbicara dan bertutur kata”.
Ternyata statement saya diatas semakin membakar emosi dari Mr.L dan Mr.P, bukannya ber-Instropeksi diri, malahan semakin liar kicauannya. Sampai-sampai memprovokasi salah satu anggota dari Team B untuk ikut-ikutan menyatakan statement yang bernada sindiran dimana seharusnya masalah ini diluar wilayahnya. Melihat kondisi yang semakin tidak terkontrol, saya memutuskan untuk berdiam diri agar keramaian dan pertikaian di BBG tidak berlanjut lagi. Saya lebih memilih menyelesaikan secara face to face dan duduk bersama secara baik dengan Mr.L dan Mr.P .
Inti dari cerita saya diatas adalah, manusia sejak lahir sudah memiliki jiwa seorang Leader, tinggal pilihan dari diri kita sendiri untuk menggunakan dan mengasah skill tersebut apa tidak. Leader disini bisa berarti pemimpin bagi diri sendiri maupun bagi orang lain.
Dan jikalau kita sudah berposisi sebagai seorang Leader  dalam sebuah organisasi yang memimpin banyak orang, alangkah baiknya kita lebih sering lagi belajar untuk meng-Upgrade soft skill kita dengan segala hal yang menunjang perbaikan sisi Leadership. Bisa lewat seminar, article online, bertanya dan berdiskusi dengan orang yang tepat atau bahkan dengan membaca buku-buku yang berguna.
Dikarenakan sosok seorang Leader sungguh krusial dalam membawa kesuksesan dan kedewasaan sebuah team. Disini dibutuhkan Kredibilitas yang sangat baik untuk mampu menduplikasi diri dan menyalurkan aura positif keseluruh anggotanya. Kontrol diri, cara bersikap, berbicara dan bertutur bahasa yang baik adalah elemen-elemen yang harus mampu dikuasai dan diterapkan. Agar nampak sosok pemimpin yang bertanggungjawab, berwibawa, bijaksana dan berjiwa pemenang bagi orang sekelilingnya.
Oleh karena itu, sudahlah jangan mudah ter-Provokasi dan terpancing emosi, jangan hanya mengandalkan otot saja. Mulailah menunjukan dan memberikan segala hal terbaik yang kita punya. Kita tonjolkan Kredibilitas kita sebagai sosok yang memiliki jiwa seorang Pemimpin yang baik apapun posisi dan jabatan kita saat ini. Karena segala sesuatu timbal balik yang baik dan positif akan datang dan kita terima pada waktunya. Ingat peribahasa,
”Siapa yang menabur benih kebaikan, dian akan menuai hasilnya beribu-ribu kali lipat,begitu pula sebaliknya”. Sekian dari Saya, salam menjadi pribadi yang bermanfaat dan lebih baik.   
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar