sapa dan salam

Assalamuallaikum, Selamat bergabung di Xpassion.:D

info terupdate

Hi Xpassioners, selamat berkarya di BUKU ke 2 Xpassion, kumpulkan tulisanmu segera, rebranding your self and improve your skill
  • -Lutfi Zein-.
  • Find Your Passion
  • Now
  • No Delay,No Excuse,No But.
  • Reading Books Makes you Better.

Selasa, 31 Desember 2013

Hujan dan Resiko

Penulis: Intan Retno Sriwilujeng


Silahkan memilih, tetapi resiko yang menyertai sebuah pilihan tidak bisa dipilih. Waktu juga ‘ndak’ bisa diputar untuk mengoreksi ulang pilihan”
Sore itu hujan turun dengan derasnya, di beranda rumah tak sengaja saya mendengarkan perbincangan serius antara Ibu saya dan Bu Wondo. Dari nada bicara bu Wondo, sepertinya beliau sedang serius menanggapi apa yang ibu saya ceritakan.
Penasaran, akhirnya saya bergabung dan menyimak. Ternyata, tidak seserius tanggapan bu Wondo (seharusnya). Saya pun tertawa dalam hati ketika mengetahui yang menjadi bahan pembicaraan adalah HUJAN dan MANTEL. Sepele memang, tetapi poinnya pentingnya yaitu KEBERANIAN- berani mengambil resiko.
“lho, ‘njenengan’ kok basah semua?’ Tanya bu Wondo. “Saya sengaja tidak membawa mantel Bu, ketika berangkat hari masih cerah, lagipula saya sudah cukup berat membawa buku-buku. Saya sudah berhenti untuk berteduh sekian jam, tetapi hujan tak berhenti juga. Padahal, saya ada janji penting dan akhirnya mereka membatalkannya. Apa ini namanya apes Bu?.” Keluh ibu saya.  Sambil tersenyum Bu Wondo berkomentar, “ Apa ‘njenengan’ lupa kalau kita berada di musim hujan bu? Seandainya ‘njenengan’ berani berat, mungkin ini semua tidak terjadi. Bawaan ‘njenengan’ memang sudah terlalu berat, tetapi kalau ‘njenengan’  berani mengambil resiko sedikit lebih berat. Pertemuan pentingnya masih bisa ‘njenengan’ hadiri.”

Kita tidak pernah tau apakah pilihan kita sudah tepat ataukah salah. Tepat atau tidak, resiko pastilah ada. Jangan pernah sesali pilihan, karena waktu tak akan pernah kembali. Ketika hal buruk terjadi dan memaksa  kita untuk menyesali pilihan itu, tentunya kita tidak akan bertahan dengan siksaan rasa sesal itu bukan? Yang harus kita lakukan hanya harus menerimanya, boleh menyesalinya tetapi sebentar,  hanya sebentar, jangan membuang waktu dalam penyesalan. Selanjutnya lakukan sesuatu dan mulailah melupakannya. dari sini kita akan menemukan sebuah pelajaran atau hikmah.
Jadi, resiko kadang laksana hujan, kalau kita siap, kita bisa melewatinya. tapi kalau kita tak memiliki persiapan, kita hanya harus membuang waktu sekian ratus bahkan sekian ribu detik untuk menunggunya reda. Jadi, persiapkan dirimu menghadapi semua resiko kehidupan ...
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar