sapa dan salam

Assalamuallaikum, Selamat bergabung di Xpassion.:D

info terupdate

Hi Xpassioners, selamat berkarya di BUKU ke 2 Xpassion, kumpulkan tulisanmu segera, rebranding your self and improve your skill
  • -Lutfi Zein-.
  • Find Your Passion
  • Now
  • No Delay,No Excuse,No But.
  • Reading Books Makes you Better.

Selasa, 31 Desember 2013

Marketing Sebagai Ilmu dan Seni

Penulis: Firman Syahyudin


Marketing Sebagai Ilmu,
ü  Marketing itu empiris
Bahasa Yunani emperia berarti pengalaman. Marketing tergantung pada pengalaman manusia, kemudian pengalaman direkam,didokumenkan, dan dokumen ini yang menjadi obyek yang diteliti untuk menemukan fakta. Dari fakta bisa diambil kesimpulan akan laku tidaknya sebuah produk.
ü  Marketing itu mempunyai obyek
Obyek berasal dari bahasa latin objectus yang berarti yang di hadapan, sasaran, tujuan. Tanpa “tujuan” seorang marketing akan kehilangan “nyawa” untuk pemasaran sebuah produknya. Obyek marketing adalah end user (pelanggan).
ü  Marketig itu mempunyai metode
Metode berasal dari bahasa Yunani methodos artinya cara. Untuk seorang marketing metode digunakan sebagai pengamatan, metode mengharuskan seorang marketing untuk berhati-hati, dengan metode marketing tidak boleh menarik kesimpulan yang terlalu berani. Seorang marketing harus tahu dan paham karekteristik produknya maupun obyeknya (pelanggan) karena keduanya ini saling gterkait satusama lain.
Marketing Sebagai Seni
ü  Marketing memerulukan intuisi
Intuisi atau ilham yaitu pemahaman langsung dan insting. Apa yang harus dikerjakan setiap langkah memerlukan kepandaian marketing dalam memutuskan apa yang harus dilakukan. Dalam hal ini cara kerja marketing sama seperti seniman. Terkadangpun seorang marketing keluar dari pakem (guidance) namun tujuannya sama dengan guidance tersebut, yakni pemasaran.


ü  Marketing memerulukan imajinasi
Seorang marketing harus dapat membayangkan apa yang sebelumnya, apa yang sedang terjadi, dan apa yang terjadi sesudahnya maka hal ini, imjinasi marketing dipakai agar ia dapat “hidup” dalam produk yang akan dia pasarkan.

ü  Marketing memerulukan emosi
Seorang marketing diharapkan dapat menghadirkan obyeknya seolah-olah pembeli menikmati sendiri produk  itu dan pada akhirnya menarik emosi pembeli untuk membeli produk tersebut.

ü  Marketing memerulukan gaya bahasa
Gaya bahasa yang baik, tidak berarti gaya bahasa yang penuh berbunga-bunga. Dalam mempresentasikan produk, deskripsi seperti melukis yang naturalistis. Yang diperlukan adalah kemampuan untuk menyampaikan secara detil, terutama tentang sebuah produk.

Sekelumit tulisan ini hanyalah sebuah narasi dari proses perjalanan yang belum berujung dalam menjalankan peranku sebagai seorang marketing. Semua liku dalam proses ini tak akan menjadikanku terpaku untuk tidak berjibaku mengapai asa dan cita yang entah dan walaupun misteri harus tetap kukejar untuk jadikannya reality.
 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar