sapa dan salam

Assalamuallaikum, Selamat bergabung di Xpassion.:D

info terupdate

Hi Xpassioners, selamat berkarya di BUKU ke 2 Xpassion, kumpulkan tulisanmu segera, rebranding your self and improve your skill
  • -Lutfi Zein-.
  • Find Your Passion
  • Now
  • No Delay,No Excuse,No But.
  • Reading Books Makes you Better.

Selasa, 24 September 2013

I Wanna be....


Penulis : Lukman Bahar Agung  Pambudi

Assalammualaikum,


Disini saya akan menceritakan kisah nyata. Simak baik baik ya J,.. kisah ini dimulai sejak dia duduk dibangku smk.  Impiannya  saat itu ialah menjadi  programer sukses sekaligus menjadi owner perusahaan software house di kota kelahirannya yaitu JEMBER, tidak kenal lelah setiap malam dia mengayuh sepeda untuk kembali ke LAB sekolah / ke rumah temannya yang mempunyai Komputer untuk belajar coding. Coding ialah istilah programer untuk mengerjakan naskah bahasa pemrograman,  atau dia hanya bermain game multiplayer, maklum anak muda labil J hehe.  Karena sangat menyukai matapelajarannya,  hampir setiap hari dia belajar program. hingga pada saat ujian praktek tiba, alhamdulillah berkat keinginannya dia mendapatkan nilai yang mengungguli kawan kawannya. Namun di pelajaran lainnya dia malah dibawah kawan kawannya,.. lohh heheh J..


Karena sang guru melihat bakat dari murid tsb, akhirnya sang guru mengajak untuk join ke projectnya sebagai tambahan ilmu diluar mata pelajaran untuknya. Alhamdulillah,.. dia mendapatkan banyak pelajaran dan ceperan untuk membantu orang tua membiayai spp sekolahnya yang saat itu lumayan mahal.


Singkat cerita, karena memang panjang ceritanya J.  sebelum lulus smk dia telah mempunyai team bersama sang guru dan adik kelasnya. Banyak sudah program yang mereka buat,.. banyak yang gak dibayar, banyak yang project gagal, banyak kerugian.,.. loh ehh.. heheh. Alhamdulillah tapi ada juga hasilnya loh yaitu, Banyak belajar dari kegagalan, banyak jatuh bangun dan mereka menjadi sahabat yang solid. Dan mereka percaya bahwa pasti akan berhasil dan semua ini adalah proses.  akhirnya pada tahun 2012 meraka belajar membuat  MOU, proposal, dan akhirnya mendirikan sebuah Software house dengan  resmi yaitu CV. H2O Technology.
Tuhan sesuai prasangka hambanya, Berprasangka baik kepada Allah maka kebaikkan yang kita dapatkan J. Negatif yang kita pikirkan Negatif yang terjadi pada kita, begitu pula sebaliknya. Apa yang kita pikirkan itulah yang alam berikan, itulah hukum LOA, law of atraction .


Hingga kini sesuai dengan cita-citanya dia telah berjalan menuju keinginnannya, CV h2O technology masih tetap berjalan dan terus mirintis hingga suatu saat mencapai yang mereka inginkan. Insyaallah akan lebih ringan jika impian dikejar secara berjamaah namun, harus satu visi  juga Seirama dalam tujuan agar tidak terpecah di dalamnya. Tetapi disini saya menceritakan salah satu seorang saja dari mereka, karena judulnya bukan we wanna  be.  Hehehe.. J


Setiap orang adalah unik, dalam arti setiap orang mempunyai cara berbeda-beda untuk menjemput suksesnya, yang mana cara tersebut mungkin hanya berlaku pada dirinya. Kebetulan dengan adanya blog x-passion Indosat Jember ini mampu memvisualisasikan keinginan setiap individu-individu yang unik, Itulah alasan saya mengapa tulisan ini berjudul “I wanna be” . Semoga semua keinginan mulia kita menjadi nyata, amin J.

Dari tadi saya cerita tentang dia,.. nah dia itu siapa ya?. Hehehe


Pasti sudah ketebak dia itu siapa.. dia adalah saya. Ya saya sendiri.. lohh, Alhamdulillah itu adalah kisah masa-masa smk saya hingga sekarang hehehe… :D


Bagaimana untuk kedepannya? Yaa.. pastinya kedepannya wajib mempunyai kerajaan usaha sendiri yang didalamnya adalah saya sebagai raja. Saya yang berkuasa, Beda dengan usaha bersama loh ya. Heheh J


Namun dengan modal keinginan yang kuat saja belum cukup untuk meraih impian, harus ada kesungguhan tindakan, Bismillah… teguhkan niat and take action.  karena bersungguh-sungguh insyaallah yang maha kuasa memberikan jalan, dengan doa dan usaha, terus belajar memperbaiki diri dan mempersiapkan diri untuk menjemput impian yang mana Allah telah persiapkan untuk kita.  Tinggal bagaimana meraihnya? Dengan cepat atau lambat atau sangat lambat. Semua itu tergantung proses yang kita kerjakan. Yapp.. kita sebenarnya harus pandai pandai mengambil pelajaran dan berani action, Ini merupakan nasihat untuk saya juga J. Semoga Allah selalu menuntun kita menuju kebaikkan dan memberikan hidayah kepada kita agar mampu meraih sukses di dunia dan akhirat.

Dengan adanya impian kita akan lebih HIDUP.


Terimakasih


Wassalam,..

Kamis, 19 September 2013

Dream, Believe it And Make it Happen


Penulis : Apriliawati Marini

Dream, Believe it, n make it happen (agnesmo), entah kenapa aku sangat menyukai kata-kata tersebut, bukan karena agnes monica adalah figure seorang selebritis tapi karena spriritnya tentang menggapai impiannya di usia yang masih belia.
Yup, sama seperti aku yang seumuran dengan agnes monica, dan dengan gender yang sama tetapi berbeda impian dan cita-cita, agnes monica dengan impiannya untuk menjadi artis yang Go Internasional, sedangkan aku bermimpi untuk menikah di tahun 2013 dan memilki rumah di tahun 2014.
Sederhana memang, tapi itulah sebuah impian J, walaupun terkesan sederhana kedua hal tersebut bukanlah hal yang mudah bagiku, kenapa? Yang pertama aku bekerja dengan “dikerumuni”  laki-laki , selain itu aku adalah tipe perempuan yang suka akan kebebasan, menurutku menikah akan mengekang perjalanan karir dan waktuku J, sedangkan untuk impian yang kedua cukup sederhana tapi menurut hitungan matematika memiliki rumah adalah hal yang immposibble, bagaimana tidak? Pendapatan dari pekerjaanku untuk dijaminkan saja sudah pasti akan di tolak oleh bank, bagaimana mungkin akan memiliki rumah yang sesuai dengan kriteriaku. Just too know saja, aku ingin memiliki rumah yang memiliki halaman belakang, mushola, serta garasi yg bila di rupiahkan itu mencapai ratusan juta rupiah, menurut akal non sense hal tersbut bisa terwujud J
Tapi entah mengapa setiap melihat ‘jargon’ yang dimiliki agnes monica aku selalu terpacu untuk maju mewujudkan impian selain itu aku selalu teringat perkataan seorang Guru tentang Allah SWT bahwa “Aku sesuai dengan prasangka hamba-KU” dengan bermodal  dua spirit tersebut keyakinanku muncul dan tumbuh bahwa “AKU MENIKAH DAN MEMILIKI RUMAH DI TAHUN 2013”.
Tidak mudah ternyata untuk menggapai impian J, ketika kita memiliki sebuah keyakinan maka Allah akan memberikan ‘sedikit cobaan’ apakah kita goyah tentang keyakinan tersebut, dan aku merasakan hal tersebut J. Ketika aku mengutarakan keinginanku untuk menikah, pasanganku menolaknya J dia merasa belum siap untuk hal itu, maka kuputuskan untuk meyudahi hubungan yang telah berjalan 6 tahun, dan kemudian aku menemukan cinta yang baru J cinta yang lebih berwarna J tapi sayang ternyata tujuan kita tidak sama, maka aku memutuskan untuk sendiri dengan tetap berkeyakinan bahwa Allah pasti mengabulkan doaku J
Minggu ke minggu berlalu dan aku masih sendiri, bagaimana mungkin aku menikah di tahun ini dengan kesendirianku? Tpi Tuhan menjawab doaku, mantan pacarku tiba-tiba datang ke rumah dan melamarku J dannn yes ss saya menikah J. Hanya 2  bulan persiapan kami menikah itupun tanpa campur tangan dari pihak orang tua, kami benar2 mandiri J. 25 Agustus 2013 kami menikah, dan saat itu lah aku merasa Tuhan melihatku dari langit dan mulai mengabulkan doaku satu persatu.
Dan janji Allah itu pasti benar, setelah menikah tidak hanya doa menikahku yang dikabulakn tetapi juga doa memiliki rumah “sedang dalam proses untuk diwujudkan” J. Ada hadist yang berkata bahwa ‘menikah adalah menyempurnakan setengah ibadah dan menikah akan membuka 2 pintu rezeki’ dan itu terbukti di kami, setelah kami menikah, orang tuaku memberikan hadiah terindah selain kasih sayang mereka, dan sebagai ganti karena kami menikah dengan biaya sendiri J , hadiah apak ituuu ? yupppss sebuah RUMAHHHHH J orang tuaku berkata bahwa kami boleh memilih rumah yang kami suka dan kami tidak boleh menolak karena itu adalah rezeki buat kami J

Saat ini kami sedang memilih rumah yang sesuai dengan keinginan kami berdua, dan semoga sebelum akhir tahun rumah tersebut sudah berwujud benar-benar rumah J , dan semoga kami di beri umur panjang agar selalu bisa mewujdkan setiap impian dan doa J
“Aku sesuai dengan prasangka Hamba-KU”

Ceritaku, Aku dan Aku

 Penulis: Nico Pradana

Saya,Saya.....dan Saya....                                                                                          

Hidup ini bukan sebuah hanya numpang makan, minum dan mencari rezeki… di balik ini semua kita harus sadar bahwa kita di lahirkan sebagai manusia harus saling mengerti, berbagi dan memberi kebahagiaan, terutama kebahagian orang tua adalah sebuah angin segar dari surga yang menghapus dahaga.
Saya nico Pradana, lahir 16 nov 1988, sya memiliki satu saudara kakak perempuan saya bernama Prina maheni lestari , dari kedua orang tua saya. Keluarga saya termasuk keluarga kecil dengan 4 orang pengguhi tetap, hobi mancing, Tracking mountain, guyon..

Untuk menjadikan apa yang kita inginkan merupakan sebuah tantangan bagi saya pribadi, karena jujur target dalah hidup saya bisa menyenangkan orang tua saya dan bisa membangkan beliau, di balik sifat saya yang temperamental saya mudah tersentuh bila melihat saudara di sekitar saya merasa kekurangan atau merasa kesusahan, dalam hidup saya memiliki banyak kesamaan sifat dengan ayah saya, dan yang menjadi motivasi tertinggi saya adalah melihat prestasi ayah saya, dengan ijazah S3nya , SD, SMP, SMAnya hehehe beliau sudah pernah mengunjungi 5 Neraga, baik asia maupun eropa, saya sangat bangga dengan beliau,
“tak ada rotan akarpun jadi” ini ibarat yang salah menurut beliau, “kalau tiada ada rotan cari cari cari dan cari sampai ketemu,” good prinsip karena merubah frem berfikir seorang dengan banyak alternative membuat hidup serasa mudah, ini yang menjadi boomerang bagi setiap orang, By Supriyono, My dad.
Dalam Kehidupan saya banyak mukzizad yang di berikan Allah SWT, terutama keperjaan, tahun 2010, pada waktu itu saya msih bekerja di sebuah instansi kontraktor di cabang malang, dan pada wktu itu saya juga masih berstatus mahasiswa di Universitas Negeri Jember dan masih dalam jenjang skirpsi,   flashback masa kuliah yang saya tempuh adalah 5 tahun 8 bulan bukan karena saya malas, tetapi cerita sebenarnya adalah di tahun ketiga 3 enam bulan saya berkuliah saya sudah rampung  untuk 144 mata kuliah sudah tetapi, di tahun ketiga inilah saya mulai meninggalkan kuliah dengan alasan pribadi, dan pemikiran kedua saya, saya ingin membantu orangtua, yang di tahun itu sangat berat karena masa pensiun ayah saya sudah sampai.

I try, try end try…berusaha mencari uang sendiri untuk memenuhi kebutuhan hidup, 1kali seminggu setrika jalan malang Jember sudah serasa biasa saya lakukan, pada akhirnya sya putuskan untuk berhenti bekerja dan kembali focus untuk  menyelesaikan studi saya yang sempat terlantar selam 2 tahun, di bulan juni saya mulai menata sekripsi dan selesai d bulan November tahun 2012, yang menjadi keajaiban dalam hidup saya dan masih saya ingat tepat dimana di perjalanan dari Jember menuju malang sya berhenti di terminal probolinggo menunggu bus kemalang, sempat saya duduk dan berbincang dengan seorang lelaki yang usianya di atas 50 tahun, dan menanyakan Adek sudah bekerja?, walaupun posisi saya pada waktu itu belum bekerja lagi,  sontak saya menjawab sudah pak, di indosat.
Kenapa alasan saya menjawab seperti itu karena secara tidak sengaja saya membawa tas, yang berlogo indosat pemberian dari kakak ipar saya yang bekerja di indosat bali di waktu itu, semenjak menjawab pertanyaan bapak tersebut saya merasa terbebani dengan jawaban tersebut. Alhamdulilah pada hari ini saya bisa mengabdikan diri saya di perusahaan telecomunikasi indosat, benar-benar miracle, sunggu karunia yang tidak terkira bisa bekerja di sini, harapan pribadi saya adalah, saya ingin berbagi kebahagiaan bersama orang tua saya dan orang yang saya cintai, karena harta tidak akan berarti lagi bila saya memilikinya tetapi sudah terlambat untuk membahagianakan kedua orang tua saya. Noting impossibel in the word. 

Keajaiban insallah akan manaungi kita semua bila mana kita tau bagaimana cara kita meminta dan bersikap.

Prinsip dalam kehidupan saya adalah “Semua di dunia ni memiliki resiko. Jadi mengapa harus takut meninggalkan comfort zone untuk lebih baik, dan selagi bisa di perjuangkan akan saya perjuangkan, perjuangkan dan perjuangkan”  Ini sedikit cerita dari saya semoga bisa bermanfaat bagi saudara ku di SA Jember.    
Trimaksih”

Jumat, 13 September 2013

Persiapkan Diri dengan Persiapan Diri

Penulis: Ratnawati Wida Kirani

Bukankah sejak  awal lahir kita butuh persiapkan diri dengan persiapan diri untuk kehidupan kelak setelah waktu kontrak didunia ini habis?

Inilah penggerak awal yang telah tertanam didiri kita. Kita telah memiliki energi untuk persiapan diri. Untuk setiap hal yang akan kita lakukan.Untuk harapan yang kita inginkan.
Energi itu akan menciptakan semangat yang menjadi pemimpin untuk pikiran dan tubuh, menggerakkan mereka untuk suatu perubahan dan persiapan diri. Dan semangat itu tidak pernah lepas dari kawan seperjuangannya yaitu syukur dan slalu diiringi istiqomah dalam setiap hal. Sungguh waktu yang kita miliki ini harus dipergunakan sebaik mungkin. Inilah waktu yang akan kita pertanggung jawabkan kelak. Memulai dari hal kecil yang bisa kita siapkan dengan persiapan diri akan membiasakan kita selalu mempersiapkan diri untuk hal lebih besar kelak.

Terinspirasi dari semua orang yang ada disekitar saya. Mereka selalu memberikan inspirasi dan energi positif setiap saat. Hal itu mampu menggapai salah satu impian saya 5 tahun lalu. Saat besar keinginan untuk melanjutkan kuliah. Meskipun 2 tahun setelah SMA dengan banyak perjuangan dan cerita,saya baru bisa menjadi mahasiswi universitas swasta,rasa syukur ini selalu menjadi peringan segala hal dan tidak menyurutkan semangat belajar saya.
Alhamdulillah, dua minggu lalu tepatnya tanggal 27 agustus 2013 bahagia rasanya bisa lulus ujian skripsi. Sungguh sangat menyenangkan,terharu dan membahagiakan proses pengerjaan skripsi sampai ujian skripsi. Penuh syukur karena segalanya begitu mudah dijalani. Saya sudah persiapkan diri dengan persiapan diri untuk moment ini. Selama tiga tahun setiap hari senin sampai jumat seusai pulang kerja, lanjut ke kampus untuk kuliah sampai malam hari. Keterbatasan waktu selalu didukung kesungguhan dan keikhlasan secara otomatis membuat ketekunan belajar ini konsisten selama kuliah.

Inilah positifnya,bagi saya tidak ada waktu terlambat untuk memulai suatu kebaikan atau hal untuk perubahan yang lebih baik. Ini yang saya rasa juga menjadi mindset pembaca tulisan ini,benar bukan?  Dan selalu ada kesempatan ke 2,3,4 dst.  Dalam 5 tahun itulah penambahan pembentukan kepribadian dan disanalah saya juga belajar memahami hidup,sesulit apapun selalu ada kemudahan dan tidak ada yang sia-sia dalam perjuangan menggapai tujuan. Ada beberapa kondisi yang membuat saya menangis,semua itu karena besarnya syukur. Dan tidak ada pembanding untuk kondisi ini yang membuat saya membandingkan dengan nikmat yang lain dan tidak bisa tidak mengucapkan syukur.
Sedikit lebih banyak meluangkan waktu untuk persiapan kondisi dan posisi yang diharapkan adalah usaha yang patut diapresiasi. Ketenangan,kesiapan,dan percaya diri menghadapi ujian skripsi atau hal lain pasti dapat dirasakan jikalau kita “MAU” mempersiapkan diri dengan persiapan diri yang baik.

Bangun semangat akan hari depan yang lebih baik dengan keyakinan,berpikiran positif dan doa akan membuat kita bergerak untuk persiapan diri yang baik. Bukankan kita sering menginginkan sesuatu atau mengharapkan sesuatu? Namun kebanyakan harapan tidak disertai dengan persiapan diri sehingga beberapa keinginan kita tertunda dan menunggu  kita siap mendapatkannya. Semua itu hanyalah masalah waktu kita siap dan diukur dengan manfaat kebaikannya untuk kita dan orang-orang disekitar kita. Biarkan diri kita mudah  menerima inspirasi dari banyak hal positif agar diri kita selalu memiliki energy positif dan selalu berfikiran positif terhadap semua hal dalam pencapaian harapan-harapan kita.

Sudah saatnya kita lepas dari ketidaksiapan diri karena persiapan diri yang kurang. Kini saatnya kita persiapkan diri dengan persiapan diri yang baik untuk pencapaian lebih dari yang kita harapkan. Semangat kawan! Tunjukan kita lebih dari sekedar bisa. No delay,No excuse,No but!

Being Successful

Penulis: Erik Sofyan Hadi

Our greatest weakness lies in giving up. The most certain way to succeed is always to try just one more time – Thomas A. Edison. Ungkapan ini tentu mengingatkan kita terhadap usaha pantang menyerah seorang Edison untuk menciptakan lampu pijar yang mampu menyala ribuan jam. Ya, sekilas memang proses menuju sukses itu tidaklah mudah, berbagai halangan sudah pasti menghadang, terlebih lagi jika kita merasa aman dan terlena dalam ‘zona nyaman’. Meski kata orang bijak kesuksesan hanya datang saat kesempatan dan kesiapan bertemu dan kegagalan adalah sukses yang tertunda, namun apakah kita hanya bisa menunggu datangnya kesempatan dan pasrah terhadap kegagalan?. Tentu saja tidak, haruslah ada langkah yang dicapai untuk menciptakan suatu ‘kesempatan’ dimana dalam langkah tersebut juga harus diimbangi dengan langkah untuk menghindari kesalahan yang sama.

Seorang teman penulis, sebut saja Widi baru-baru ini mendapatkan kesempatan untuk meng’upgrade’ diri setelah melewati 6 kali kegagalan berturut-turut untuk mendapatkan beasiswa paska sarjana. Ditolak 6 kali untuk mendapatkan beasiswa, tentu bukanlah hal yang ‘ringan’, terlebih jika menurut diri, kita telah berupaya secara maksimal. Terlepas dari itu semua, jika Widi berhenti untuk mencoba setelah kegagalan ke 6, tentu peluang untuk meraih beasiswa itu mungkin tidak pernah didapatkannya. Dengan sedikit modal fokus pada persiapan, keyakinan untuk mendapatkan tujuan, kegigihan berusaha serta menjalani semua proses dengan ikhlas, kesuksesan untuk belajar ke salah satu universitas teknik ternama di negara matahari terbit berhasil diraihnya.
 

Sebuah pelajaran yang bisa kita petik dari kegagalan, sukses hanya datang kepada orang yang menganggap sebuah kegagalan hanya sebuah proses untuk menuju sukses. Dapat penulis contohkan track record kegagalan yang dialami oleh Presiden Amerika Serikat ke 16 Tahun 1831 kebangkrutan dalam usahanya. Tahun 1832 kalah dalam pemilihan lokal.Tahun 1833 kembali menderita kebangkrutan. Tahun 1835 istrinya meninggal dunia. Tahun 1836 menderita tekanan mental sedemikian rupa sehingga hampir saja masuk rumah sakit. Tahun 1837 kalah dalam kontes pidato. Tahun 1840 gagal dalam pemilihan anggota senat Amerika Serikat. Tahun 1842 menderita kekalahan untuk duduk di dalam kongres Amerika Serikat. Tahun 1848 kalah lagi di kongres Amerika Serikat. Tahun 1855 gagal lagi di senat Amerika Serikat. Tahun 1856 kalah dalam pemilihan untuk menduduki kursi wakil presiden Amerika Serikat.Tahun 1858 kalah lagi di senat Tahun 1860 akhirnya berhasil menjadi presiden Amerika Serikat
 

Dan saat Lincoln terpilih sebagai presiden Amerika Serikat berkata, “Ternyata sekarang saya baru sadar bahwa saya ditakdirkan sebagai presiden”. Tentu semangat pantang menyerah yang menjadikan dia hebat, bukan jabatannya.

Keberhasilan merupakan produk sampingan dari persiapan dan usaha. Berbekal pengalaman yang telah kita dapatkan setelah menjalani sebuah proses, setidaknya kita bisa mengambil langkah-langkah untuk memanfaatkan kesempatan dengan tujuan menciptakan suatu keberhasilan. Kebanggaan terbesar kita adalah bukan tidak pernah gagal, tetapi mampu bangkit kembali setiap kita jatuh.

Memaknai Sabar

Penulis: Intan Retno Sri Wilujeng

Bissmillahirrohmannirrohim,
Assalamu’alaikum warahmatullah,
Rekans, perkenankan saya menceritakan sebuah cerita yang semoga kita bisa ambil hikmahnya.
Diceritakan bahwa seorang ayah sedang mengajarkan arti sabar kepada anak laki-lakinya. Disuatu pagi, si anak sedang marah karena keinginannya tidak dituruti oleh sang ibu. Mengumpat, berteriak dan makian pun keluar karena si anak belum mengetahui apa itu sabar. Sambil menangis si anak datang kepada sang ayah dan menceritakan hal apa yg terjadi. Sang ayah hanya tersenyum sambil mengambil sebuah paku dan palu, “Nak, tancapkan paku ini ke pagar itu agar kemarahanmu berkurang”.  Si anak melakukan perintah ayahnya sambil bingung untuk tujuan apakah itu. Setelah menancapkan paku itu, si anak kembali kepada sang ayah, sang ayah pun berkata “Nak, jika tiap kali kau marah,tancapkanlah paku itu ke pagar, dan apabila amarahmu telah hilang maka cabutlah paku tersebut.” Nampaknya si anak masih bingung.
Sore harinya,ketika si anak telah lupa dengan apa yg terjadi dengan amarahnya, si anak datang kembali dan menanyakan apa yg ayahnya maksud dengan paku-paku tersebut. Sang ayah berkata” Nak, nampaknya amarahmu telah hilang, maka cabutlah paku itu”. Sambil berusaha mencabut dalamnya tancapan paku itu sang ayah menasehati “ lihatlah paku itu, betapa dalam dan lebar bukan? Sama seperti ketika kau marah. Tanpa kau sadari kau pun telah menancapkan paku pada hati seseorang. Kata-kata yg keluar dari mulutmu ketika kau marah laksana paku yang tajam. Meskipun kau cabut paku itu tapi tetap meninggalkan bekas dan lubang yg dalam. Sekalipun kau meminta maaf, pasti hati yg telah kau lukai masih tersisa bekas lukanya. Untuk itu, sebelum kau menancapkan paku tahanlah dulu. Sebelum kata-kata tajam itu keluar tahanlah dulu. Ingatlah bekas luka yg mungkin tak bisa hilang.”
Rekans, dari sedikit cerita diatas kita bisa memahami apa arti dari menahan kesabaran. Sabar bukan semata-mata berpengertian “NRIMO”, ketidakmampuan dan identik dengan ketertindasan. Sabar sesungguhnya lebih berteekan kepada pengalahan hawa nafsu yg terdapat dalam jiwa. Nafsu untuk tidur dan bersantai-santai dirumah telah berhasil kita kalahkan dengan semangat bekerja, itu terhitung sabar dalam berjihad. Justru ketika kita menuruti untuk berdiam diri itulah. Sesungguhnya ia belum dikatakan sabar.
Kemudian bagaimana dengan menahan diri dari mengeluh, emosi,  gundah dan galau yang tidak terarah?  Maka, ingatlah sabar yg disebutkan dalam Al-Qur’an:
  1. “Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan kepada Allah dengan sabar dan shalat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” QS.2: 153
  2. Larangan isti’ja l(tergesa-gesa/ tidak sabar), sebagaimana yang Allah firmankan (QS. Al-Ahqaf/ 46: 35): “Maka bersabarlah kamu seperti orang-orang yang mempunyai keteguhan hati dari rasul-rasul dan janganlah kamu meminta disegerakan (azab) bagi mereka…”
  3. Pujian Allah bagi orang-orang yang sabar, sebagaimana yang terdapat dalam QS. 2: 177: “…dan orang-orang yang bersabar dalam kesulitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar imannya dan mereka itulah orang-orang yang bertaqwa.”
  4. Allah SWT akan mencintai orang-orang yang sabar. Dalam surat Ali Imran (3: 146) Allah SWT berfirman : “Dan Allah mencintai orang-orang yang sabar.”
Ayat-ayat lainnya yang serupa mengenai perintah untuk bersabar sangat banyak terdapat dalam Al-Qur’an. Diantaranya adalah dalam QS.3: 200, 16: 127, 8: 46, 10:109, 11: 115 dsb.
Nah, Rekans semoga setelah membaca tulisan saya ini, makin bertambah stok sabar yang kita miliki. Sekelumit sketsa mengenai kesabaran. Pada intinya, bahwa sabar mereupakan salah satu sifat dan karakter orang mu’min, yang sesungguhnya sifat ini dapat dimiliki oleh setiap insan. Karena pada dasarnya manusia memiliki potensi untuk mengembangkan sikap sabar ini dalam hidupnya.
Sabar tidak identik dengan kepasrahan dan menyerah pada kondisi yang ada, atau identik dengan keterdzoliman. Justru sabar adalah sebuah sikap aktif, untuk merubah kondisi yang ada, sehingga dapat menjadi lebih baik dan baik lagi. Oleh karena itulah, marilah secara bersama kita berusaha untuk menggapai sikap ini. Insya Allah, Allah akan memberikan jalan bagi hamba-hamba-Nya yang berusaha di jalan-Nya.

Wallhohu a’lam
Wassalamualaikum warohmatulloh.

Hidup Ikhlas

Penulis: Aldito Disania

Setiap Manusia pasti ingin mencapai kesuksesan Dalam menjalani kehidupannya.,Oleh karena itu, manusia akan berusaha semaksimal mungkin untuk mengapai kesuksesan tsb..Tapi perlu diingat, Roda kehidupan pasti akan menghampiri kita..Kadang kala kita akan berada diatas, begitu juga sebaliknya kita akan berada dibawah…
Tuhan akan memberikan cobaan kepada kita,memberikan suatu keadaan yang sulit dan Rumit..Dengan itu, kita jangan ngersulo(sambat)..Sesungguhnya tuhan menguji kita…Setiap kesukaran pada hal yang kita alami semata-mata untuk mengasah kita untuk menjadi pribadi yang kuat dan jalan menuju kesuksesan sudah semakin dekat…
Depresi, kecewa, dan putus asa menghantui diri kita. Namun, jika mau berpikir kembali, bijaksanakah kita kalau selalu menyalahkan keadaan? Apakah masalah akan selesai jika hanya menyalahkan keadaan?
Ikhlas merupakan salah satu kunci agar kita dapat menjalani hidup ini dengan sempurna, meski diterpa dengan musibah yang menguras tangis airmata. Tak ada kata yang lebih bijak daripada ikhlas.Mudah memang mengucapkannya, namun mengaplikasikannya dalam tiap diri tak semudah membalikkan telapak tangan.
Salah satu Musibah yang pernah saya alami, Saat Sebuah benda kesayangan tiba-tiba hilang entah kemana..Perasaan Bingung, marah, emosi campur aduk..Sudah mencari kemana-mana pun juga tidak ketemu…Sempat putus asa, Akhirnya  jalan satu-satunya ya Meng-Ikhlaskan…Insyaallah dengan ikhlas, saya bisa mendapatkan gantinya…Selang satu bulan, Rejeki menghampiri saya dan mendapatkan ganti barang saya yang hilang walaupun tidak sepadan…Namun tetap saya syukuri, daripada tidak dapat gantinya sama sekali.
Sedikit Ulasan saya tentang Ikhlas, Semoga Memberikan sebuah pemikiran dan pandangan bagaimana kita menjalani Hidup kedepannya..Semua Pilihan ada pada tangan Kita sendiri…Life Must Go on…J

Jadi pegawai kantoran, inginya Jadi wirausaha supaya punya kebebasan waktu…
Jadi wirausaha, ingin jadi pegawai kantoran biar tidak pusing dan mendapat upah tetap…
Punya Motor Mio, inginya punya motor Vixion…
Punya vixion, ingin punya motor Mio karena vixion berat..
Musim kemarau,pengennya musim Hujan karena kemarau panasnya kebangetan…
Ketika hujan, pengennya musim panas, ketika hujan ga bisa pergi-pergi kemana-mana…
Syukuri apa yang ada, Sesungguhnya hidup adalah anugerah bagi jiwa-jiwa yang Ikhlas…