sapa dan salam

Assalamuallaikum, Selamat bergabung di Xpassion.:D

info terupdate

Hi Xpassioners, selamat berkarya di BUKU ke 2 Xpassion, kumpulkan tulisanmu segera, rebranding your self and improve your skill
  • -Lutfi Zein-.
  • Find Your Passion
  • Now
  • No Delay,No Excuse,No But.
  • Reading Books Makes you Better.

Kamis, 31 Oktober 2013

Yang Tak Terlupa

Penulis: Inu Basidjanardana

Fatati Nur Diana konon kira-kira artinya adalah “wanita yang disinari agama serta pemberi jalan cahaya untuk mendekat pada surga”. Dia istriku. Tentu saja cantik,setidaknya dia adalah orang yang paling cantik diantara kami berdua. Pastinya begitu.
Kami bertemu saat zaman kuliah dulu, yah… katakanlah sekitar 7 tahun yang lalu. Pada Maret 2010 kami menikah. Tepat disaat kami merayakan 5 tahun pacaran kami dan jelas bahwa usia pernikahan kami sekarang ini belumlah genap 2 tahun. Bersamanya, kami berjibaku membangun mimpi, untuk mengejar apa yang mereka sebut sebagai kebahagiaan. Kedengarannya memang klasik. Tapi apakah ada kata yang lebih baik dari itu?

Sebagai seorang istri, dia adalah sosok yang sangat luar biasa. Mau diajak hidup susah, dan sanggup berjuang. Kami punya segudang keinginan, dan memang semuanya tidaklah mudah untuk dicapai. Tetapi, diam-diam ia sabar. Kalau saya mulai melamunkan keinginan, kapan ya kita punya inilah itulah, kapan ya kita bisa inilah itulah, kapan ya kita ke sinilah ke situlah, dan kapan-kapan yang lain, ia selalu tersenyum, sambil memeluk saya dengan hangat.
Sebagai seorang istri yang sederhana ia tidak punya banyak keinginan berlebihan. Selera makannya biasa-biasa saja. Kalau kami sering makan tempe, bukan berarti kami hidup miskin dan sangat berkesusahan. Itu lebih karena ia punya gaya yang sederhana soal selera makan. Gaya berdandannya pun biasa biasa saja. Kalau ia tampak menarik bagi kebanyakan lelaki (bahkan sejak zaman kuliah dulu) lebih karena kecerdasan dan kecantikan alamiahnya. Semua yang melekat di dirinya indah karena memang natural, seperti halnya hutan hijau tropis yang tumbuh berkembang karena alam menstimulasinya dengan sempurna.
Bila datang saat saya harus pergi keluar kota, ia dengan tabah menunggu sendiri di rumah. Oh ya, ia adalah koki terbaik saya. Apapun yang dia masak,selalu terasa memanjakan lidah saya. Apapun itu. Sekarang saya gemuk bukan main ya karena ulahnya. Kalau aktivitas pekerjaan memaksa saya pulang lebih malam, dengan mata terkantuk-kantuk ia selalu membukakan pintu dengan sabar. Bila saya harus pagi-pagi sekali beraktivitas, ia selalu sanggup untuk bangun lebih pagi dan membangunkan saya agar tidak datang terlambat. Bila memasuki masa paceklik, ia rela mengurangi jatah kosmetik dan hasrat berbelanjanya. Hmm…tapi untuk yang terakhir ini, kadang ia agak sewot. Itulah istriku, makhluk yang sangat-sangat-sangat-sangat-sangat-sangat-sangat-sangat-sangat-sangat-sangat-sangat-sangat-sangat-sangat-sangat membahagiakan.

Mungkin bila saya bilang bahwa saya teramat sangat mencintainya, 2 tahun umur pernikahan kami pasti hanya akan menjadi pemakluman. Siapa yang terbiasa skeptis akan menjawab, coba saja tunggu sampai 5, 10, 20, 50 tahun pernikahan, apakah akan terus begitu? Tapi saya hanya mencoba menuliskan apa adanya disini, tentang perasaan yang sekarang terasa. Semoga apa yang meluap sangking hebatnya dalam cerita saya hari ini, akan sanggup bertahan sepanjang usia kami berdua.
Saya selalu terharu, bila datang saat saya terjaga dan tidak bisa tidur, lalu melihat ia terlelap di ranjang kami. Itulah momentum terbaik bagi saya untuk menghayati kediriannya dan keberadaannya dalam sekelumit cerita hidup saya ini. Tentulah saya menanggung kengerian yang teramat sangat. Bila saja waktu yang begitu rapuh ini suatu saat akan berbicara lain. Yah, seperti kita tahu bahwa kehidupan ini hanyalah sementara. Diluar itu semua, sungguh saya ingin sekarang dan nanti selalu mensyukuri ia sebagai anugerah yang begitu besarnya dalam kehidupan ini.

Senang rasanya menggandeng dirinya, sebuah harta karun yang teramat sangat istimewa untuk saya. Saya ingin tulisan sederhana ini selalu menjadi pengingat terbaik baginya bahwa saya sungguh bahagia bersamanya, itu saja.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar