sapa dan salam

Assalamuallaikum, Selamat bergabung di Xpassion.:D

info terupdate

Hi Xpassioners, selamat berkarya di BUKU ke 2 Xpassion, kumpulkan tulisanmu segera, rebranding your self and improve your skill
  • -Lutfi Zein-.
  • Find Your Passion
  • Now
  • No Delay,No Excuse,No But.
  • Reading Books Makes you Better.

Kamis, 31 Oktober 2013

The Agent of Change

 Penulis: Arif Widiono

Malam ini ..
“Maaf, ibu keberatan Nak..”. Sampai pada akhirnya Bima, si bungsu dari 3 bersaudara angkat bicara : “Bu, ini adalah kesempatan terbaik kita sekeluarga untuk mengambil keputusan paling bijak yang pernah kita buat, akankah ibu rela melewatkan ini semua?”.
Mila si sulung punya pendapat dan garis keras yang sama dengan sang ibu, sementara Garda lebih setuju dengan ide dan pendapat si Bima. Ruang keluarga di rumah megah itu menjadi saksi bahwa debat panjang malam itu akhirnya meluluhkan hati sang ibu.”Namun, ibu minta satu syarat kepada mereka nanti agar ibu tidak pernah menyesal dengan keputusan yang telah ibu buat malam ini Nak”.”Dan semoga ayah kalian juga bisa tersenyum bahagia disana nanti atas apa yang telah kita putuskan bersama malam ini..”. 
30 tahun lalu ..
Adalah sebuah bangunan megah, sebuah hotel  Sakura berdiri tegap bermandi  cahaya matahari di siang hari dan bersolek cahaya kemewahan ketika malam . Pejabat negara yang berkunjung ke kota itu tak pernah mau pindah menginap selain di hotel  Sakura itu, bahkan orang nomer-1 pun di negeri ini pernah bermalam sekali. Hotel itu memang memiliki segalanya untuk menjamu seorang maupun serombongan tamu, mulai letak nya yang strategis di tengah kota, bangunannya elok mewah, pelayanannya yang tiada duanya. “Perfecto!”, demikian pendapat kebanyakan tamu yang pernah bermalam disana.
Dan waktu pun melintas tak terbendung, atas nama modernisasi di kota itu, perubahan pun begitu cepat terlihat dengan berdirinya pusat perbelanjaan modern, hotel-hotel berbintang serta menjamurnya ruko-ruko sebagai  bukti nyata bahwa denyut nadi perekonomian di kota itu kian berdegup kencang. Sang bupati muda yang haus akan inovasi dan perubahan ibarat pasangan serasi para investor – investor untuk bertanam investasi di kota itu.
Hotel Sakura pun tak luput dari desakan arus perubahan itu, dipaksa untuk senada seirama dengan degup nadi modernisasi. Sementara  pemilik hotel Sakura masih kokoh dengan nostalgia masa lalu yang begitu manis dan sulit tak bergeming dengan tawaran para investor.
Namun keputusan keluarga pemilik hotel  Sakura di malam itu akhirnya merubah segalanya. Sebuah pusat perbelanjaan modern akan berdiri menggantikan hotel  Sakura dan dalam waktu 2 tahun harus sudah beroperasi.
2 tahun kemudian ..
Sebuah mal Grand Ambassador megah berdiri, seolah tak lelah melayani ribuan pengunjung di sepanjang hari nafasnya. Masyarakat antusias dan bangga dengan keberadaan mall tersebut. Tampak seorang ibu tua berkacamata berdiri memandang khidmat sebuah diorama mini di pojok di pintu masuk mal itu.
 “Dari sinilah awal kami berdiri kokoh, kenang kami selamanya – hotel Sakura ”, demikian  yang tertulis di atas bangunan diorama kecil itu
Si Ibu, dengan ditemani si Bima dan Mila, tatapan matanya seakan melayang ke puluhan tahun silam, ketika mereka berdua, bu Ganda dan dengan sang suami Pak Ganda yang kala itu masih hidup, tersenyum ramah menyambut tamu negara yang hendak bermalam di hotel  Sakura . Ada beberapa foto bersejarah yang  seolah bicara mengalir bercerita tentang kisah sukses hotel Sakura.
“Ibu bangga dengan masa lalu itu, sulit melepasnya Nak, namun akhirnya semua harus berubah dan kini hati ibu bangga ketika bangunan ini sekarang bisa memberi manfaat kepada banyak orang”.  
Lentera Kisah  :
Bahwa di dunia ini tak ada yang pernah lepas dari roda dan arus perubahan. Keabadian adalah kepastian untuk sebuah perubahan.
Selama kita hidup kita akan mengalami berbagai kejadian dan kenangan yang  akan kita pegang erat hingga di penghujung waktu kita berpijak di bumi. Dan roda kehidupan pun terus berputar hendak meninggalkan jejak baru dan saat itulah kita dituntut untuk dapat mengendarai roda itu dengan nyaman : riding the change.
Tetaplah bersemangat untuk sebuah perubahan karena disitulah energi terbarukan bagi kita untuk tetap hidup menjadi insan yang bermanfaat, walaupun umur tak bisa terbendung, wajah keriput memaksa menjemput, niat dan semangat untuk berbuat sesuatu yang bermanfaat untuk orang lain akan membuat kita tampak selalu “re-charge”, tampil selalu muda.
Usia pun bukan kendala untuk menjadi agen perubahan, seperti dalam kisah keluarga diatas dimana si bungsu berhasil meyakinkan sang Ibu yang sudah lanjut usia untuk tergerak menuju sebuah perubahan.
Sekarang saatnya Anda memilih, mau menjadi hanya bagian dari masa lalu itu ataukah sebagai “the agent of change” (agen perubahan)  yang akan selalu meninggalkan kebaikan di masa lalu dan  bahkan menciptakan sebuah kebaikan dimasa datang. Selamat merenungkan ..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar