sapa dan salam

Assalamuallaikum, Selamat bergabung di Xpassion.:D

info terupdate

Hi Xpassioners, selamat berkarya di BUKU ke 2 Xpassion, kumpulkan tulisanmu segera, rebranding your self and improve your skill
  • -Lutfi Zein-.
  • Find Your Passion
  • Now
  • No Delay,No Excuse,No But.
  • Reading Books Makes you Better.

Jumat, 13 September 2013

Memaknai Sabar

Penulis: Intan Retno Sri Wilujeng

Bissmillahirrohmannirrohim,
Assalamu’alaikum warahmatullah,
Rekans, perkenankan saya menceritakan sebuah cerita yang semoga kita bisa ambil hikmahnya.
Diceritakan bahwa seorang ayah sedang mengajarkan arti sabar kepada anak laki-lakinya. Disuatu pagi, si anak sedang marah karena keinginannya tidak dituruti oleh sang ibu. Mengumpat, berteriak dan makian pun keluar karena si anak belum mengetahui apa itu sabar. Sambil menangis si anak datang kepada sang ayah dan menceritakan hal apa yg terjadi. Sang ayah hanya tersenyum sambil mengambil sebuah paku dan palu, “Nak, tancapkan paku ini ke pagar itu agar kemarahanmu berkurang”.  Si anak melakukan perintah ayahnya sambil bingung untuk tujuan apakah itu. Setelah menancapkan paku itu, si anak kembali kepada sang ayah, sang ayah pun berkata “Nak, jika tiap kali kau marah,tancapkanlah paku itu ke pagar, dan apabila amarahmu telah hilang maka cabutlah paku tersebut.” Nampaknya si anak masih bingung.
Sore harinya,ketika si anak telah lupa dengan apa yg terjadi dengan amarahnya, si anak datang kembali dan menanyakan apa yg ayahnya maksud dengan paku-paku tersebut. Sang ayah berkata” Nak, nampaknya amarahmu telah hilang, maka cabutlah paku itu”. Sambil berusaha mencabut dalamnya tancapan paku itu sang ayah menasehati “ lihatlah paku itu, betapa dalam dan lebar bukan? Sama seperti ketika kau marah. Tanpa kau sadari kau pun telah menancapkan paku pada hati seseorang. Kata-kata yg keluar dari mulutmu ketika kau marah laksana paku yang tajam. Meskipun kau cabut paku itu tapi tetap meninggalkan bekas dan lubang yg dalam. Sekalipun kau meminta maaf, pasti hati yg telah kau lukai masih tersisa bekas lukanya. Untuk itu, sebelum kau menancapkan paku tahanlah dulu. Sebelum kata-kata tajam itu keluar tahanlah dulu. Ingatlah bekas luka yg mungkin tak bisa hilang.”
Rekans, dari sedikit cerita diatas kita bisa memahami apa arti dari menahan kesabaran. Sabar bukan semata-mata berpengertian “NRIMO”, ketidakmampuan dan identik dengan ketertindasan. Sabar sesungguhnya lebih berteekan kepada pengalahan hawa nafsu yg terdapat dalam jiwa. Nafsu untuk tidur dan bersantai-santai dirumah telah berhasil kita kalahkan dengan semangat bekerja, itu terhitung sabar dalam berjihad. Justru ketika kita menuruti untuk berdiam diri itulah. Sesungguhnya ia belum dikatakan sabar.
Kemudian bagaimana dengan menahan diri dari mengeluh, emosi,  gundah dan galau yang tidak terarah?  Maka, ingatlah sabar yg disebutkan dalam Al-Qur’an:
  1. “Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan kepada Allah dengan sabar dan shalat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” QS.2: 153
  2. Larangan isti’ja l(tergesa-gesa/ tidak sabar), sebagaimana yang Allah firmankan (QS. Al-Ahqaf/ 46: 35): “Maka bersabarlah kamu seperti orang-orang yang mempunyai keteguhan hati dari rasul-rasul dan janganlah kamu meminta disegerakan (azab) bagi mereka…”
  3. Pujian Allah bagi orang-orang yang sabar, sebagaimana yang terdapat dalam QS. 2: 177: “…dan orang-orang yang bersabar dalam kesulitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar imannya dan mereka itulah orang-orang yang bertaqwa.”
  4. Allah SWT akan mencintai orang-orang yang sabar. Dalam surat Ali Imran (3: 146) Allah SWT berfirman : “Dan Allah mencintai orang-orang yang sabar.”
Ayat-ayat lainnya yang serupa mengenai perintah untuk bersabar sangat banyak terdapat dalam Al-Qur’an. Diantaranya adalah dalam QS.3: 200, 16: 127, 8: 46, 10:109, 11: 115 dsb.
Nah, Rekans semoga setelah membaca tulisan saya ini, makin bertambah stok sabar yang kita miliki. Sekelumit sketsa mengenai kesabaran. Pada intinya, bahwa sabar mereupakan salah satu sifat dan karakter orang mu’min, yang sesungguhnya sifat ini dapat dimiliki oleh setiap insan. Karena pada dasarnya manusia memiliki potensi untuk mengembangkan sikap sabar ini dalam hidupnya.
Sabar tidak identik dengan kepasrahan dan menyerah pada kondisi yang ada, atau identik dengan keterdzoliman. Justru sabar adalah sebuah sikap aktif, untuk merubah kondisi yang ada, sehingga dapat menjadi lebih baik dan baik lagi. Oleh karena itulah, marilah secara bersama kita berusaha untuk menggapai sikap ini. Insya Allah, Allah akan memberikan jalan bagi hamba-hamba-Nya yang berusaha di jalan-Nya.

Wallhohu a’lam
Wassalamualaikum warohmatulloh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar